Dalam jaringan nirkabel 5G (NR), peralatan terminal seluler (UE) dapat menggunakan dua jenis adaptasi tautan: adaptasi tautan inner-loop dan adaptasi tautan outer-loop. Karakteristiknya adalah sebagai berikut:
I. ILLA (Inner-loop Link Adaptive) melakukan penyesuaian cepat dan langsung berdasarkan Indikator Kualitas Saluran (CQI) yang dilaporkan oleh setiap UE. UE mengukur kualitas downlink (misalnya, menggunakan CSI-RS). Ia melaporkan CQI ke gNB, yang memetakan CQI (melalui tabel pencarian statis) ke indeks MCS untuk transmisi berikutnya. Pemetaan ini mencerminkan perkiraan kondisi tautan untuk slot waktu/TTI tersebut. ILLA menerapkan proses tiga langkah sebagai berikut:
Keunggulan ILLA terletak pada kemampuannya untuk beradaptasi sangat cepat terhadap perubahan saluran; namun, ia memiliki keterbatasan dalam hal deteksi palsu, kesalahan CQI, dan noise. Secara khusus, nilai target BLER dapat bergeser jika saluran tidak ideal atau umpan balik tidak sempurna.
II. OLLA (Outer Loop Link Adaptive) menggunakan mekanisme umpan balik untuk menyempurnakan nilai target MCS untuk mengkompensasi kinerja tautan aktual yang diamati melalui respons HARQ ACK/NACK. Untuk setiap transmisi, gNB menerima ACK (sukses) atau NACK (gagal); di mana:
Offset ditambahkan ke pemetaan SINR→CQI di ILLA, sehingga memastikan bahwa BLER akhirnya konvergen ke nilai target—bahkan jika sinyal input tidak ideal.
Keunggulan OLLA terletak pada kemampuannya untuk mempertahankan BLER yang kuat dan stabil dan beradaptasi dengan kesalahan sistem yang berubah secara perlahan dalam laporan SINR/CQI. Karena kecepatan responsnya yang lebih lambat, pengaturan optimal dari ukuran langkah (yaitu, Δup dan Δdown) memerlukan trade-off antara stabilitas dan kecepatan respons. Dalam mekanisme OLLA, umpan balik digunakan untuk menyempurnakan target MCS untuk mengkompensasi kinerja tautan aktual yang diamati melalui respons HARQ ACK/NACK.
III. Perbandingan Adaptasi Tautan 4G dan 5G Tabel di bawah ini membandingkan adaptasi tautan 4G dan 5G.
|
Dalam jaringan 5G (NR), Link Adaptive (LA) memainkan peran penting dalam memastikan konektivitas berkinerja tinggi dan andal. Tidak seperti pendekatan tabel tetap 4G (LTE) yang lebih lambat, sistem 5G menggunakan teknologi yang lebih cerdas dan cepat, termasuk AI/ML dan umpan balik waktu nyata. Hal ini memungkinkan jaringan untuk beradaptasi dengan lingkungan yang berubah secara real time dan memanfaatkan sumber daya radio secara lebih efisien.